Minggu, 03 April 2011

Durian

Sejak Durian Montong menjadi primadona, banyak pekebun, pencinta durian, usahawan/wati, pebisnis dll yang membudidayakannya. Hanya sayangnya walaupun banyak sekali yang mengelola dan mengembangbiakannya, tetap saja harganya mahal. Maklum namanya juga raja buah. Mahal ........ tapi banyak aja yang menyenangi dan heuheuy deuh otomatis otomatis otomatis laku keras. Duren durian kadu ...... eta eta keneh ..... seungitna nempel.
Sejak kecil saya sudah berkenalan dengan pohon durian.
Ini yang saya inget ;
1. Satu pohon yang ada di tanjakan Kubang setelah melewati sawah yang luasnya seukuran lapangan bola. Pohon tersebut sepertinya tidak dipelihara karena pemiliknya tinggal di lain kampung. Karena tidak dipelihara maka kesannya seram dan penuh aroma mistis. Ada rasa jeri kalo melewati pohon durian itu. Padahal tiap hari jalanan ini mesti dilewati karena merupakan jalan pintas yang cepat kalo berangkat ke sekolah. Selain itu jalan utama ke tempat main layangan di hamparan tegalan yang sesuai musimnya kadang-kadang ditanami ubi jalar, talas, jagung, kedelai, singkong, seringnya sich dijadikan sawah,
2. Tidak jauh dari situ sekitar 300 meteran ke arah atas ada 1 pohon lagi yang terpelihara dengan sangat rapi milik Aki Ojo. Tanamannya ada disekitaran rumah beliau yang dikelilingi oleh kebun cengkeh jenis bogor. Hampir tiap tahun berbuah, mungkin karena terpelihara maka si pohon merasa sangat nyaman dan berterima kasih dengan berbuah banyak setiap musimnya. Beberapa kali pernah mungutin bunga durian untuk dijadikan mainan, sekedar iseng. Banyak juga bunga yang jatuh karena bunganya lebat dan memenuhi setiap ranting yang paling ujung sekalipun. Buahnya saat sudah besar tidak pernah diikat, dibiarkan jatuh sendiri ketika sudah matang. Di sana aman dan nggak pernah ada yang berani ambil walaupun sudah jatuh sekalipun. Hanya pemiliknya yang berhak memiliki.
3. Puluhan pohon durian ukuran besar-besar, sekira pelukan 2 orang dewasa berada di lokasi Kampung Dukuh arah ke hutan Pasir Garu. Entah siapa pemiliknya cuma memang pohonnya seingat saya sudah berukuran besar sekali. Kemungkinan sudah ditanam sejak jaman Belanda. Kebunnya sangat dipelihara terlihat dari lingkungan sekitar kebun yang rapi jali. Letaknya di ketinggian membuat penampilan pohon durian mendominasi lingkungan sekitarnya. Yang saya ingat pada saat panen ada beberapa batang bambu menempel pada pohon tersebut. Duriannya nggak tahu juntrungannya dijual apa dibagiin nggak jelas. Setiap nengok kebun di blok Lemah Putih selalu melewati barisan pohon durian tersebut. Beberapa tahun kemudian muncul saingan baru dari barisan tanaman pohon mahoni di sekitaran kebun pohon durian tersebut. Entah sekarang masih ada apa sudah ditebang.
4. Pohon durian yang ada sebelum Tanjakan Petir, tumbuh di pinggir jalan di atas kali kecil yang berair sangat jernih. Setiap subuh saya lewat tempat itu saat berangkat sekolah ke SMP. Saat matahari mau terbit dari kejauhan timbul siluet seperti pedang samurai karena pohonnya tinggi menjulang seperti pohon kelapa sekitar 25 meter dengan cabang yang hanya ada di atas melengkung ke arah bukit di seberangnya. Naaaaaah ...... kalo yang ini saya pernah makan buahnya. Ceritanya saya jalan-jalan ke rumah teman di Peuntas sama Kang Ojo dech .... jalan2nya. Lewat sawah-sawah di bawahnya eh tiba-tiba liat ada 2 buah durian jatuhan di sisi kali. Ya udah diambil, dibawa ke rumah dan dibagi dua. Tau tuh yang punyanya rido apa nggak ya duriannya dipungutin? Tapi pas ngambilnya ada yang negor sich ....... Yang jawab Kang Ojo, diridoin dech .... Insya Allah. Rasa durennya apa yaaaaaaa ......... sudah lupa lagi tuh, yang jelas rasa gratis manisssssssssss ....
5. Durian yang ada di lembah, pas tanjakan Cikuya,  waaaaaaw ...... ini pohon durian yang sangat aman tempat tumbuhnya, terletak dibawah lingkungan makam Kebon Jambe yang sangat luas, udah gitu adanya di dasar lembah yang dalamnya sekitar 50 meter. Sering lewat dan merhatiin karena kalo sudah berbuah, luar biasa lebattttttt banget. Pemiliknya sangat perhatian, terbukti semua buah yang ada diiket tali rafia. Katanya buah jatuhan dari pohon ini suka ada yang makan duluan, si belang, harimau? Makanya biar aman dan mungkin juga biar bisa dijual jadinya buah durian dijagain, diikat tali rafia agar buah nggak jatuh ke tanah.
6. Pohon durian yang ada di Lembah Cipelah, ditanam oleh Bapak S. Suryadisastra Alm, saya tau persis dari mulai kecilnya sampai sekarang udah gede dan udah berbuah. Yang saya ingat, Beliau menanam beberapa pohon, mulai dari tempat lembah paling bawah sampai ke atas bukitnya. Di tanah milik beliau. Pada saat menanam Beliau bilangnya begini ; saya berniat menanam pohon durian ini, mungkin pohon ini akan berbuah ketika saya sudah meninggal, mudah-mudahan saja buahnya bagus dan rasanya sangat enak, mudah-mudahan ini akan jadi amal yang baik dan bermanfaat. Bismillahirohmanirrohim. Ceb waeh dipelak tah si tangkal teh sesudahnya di pinggiran pohon ditumpukan ku jarami kanggo gemukna. Kalo ga salah nanamnya ditemenin sama Bapa Adang Popojok. Bener sekali, setelah beliau meninggal ada yang tumbuh subur satu pohon dan sering berbuah. Jenisnya montong. Kebon yang ada duriannya ini jadi milik Bapak almarhum. Saya pernah dibawain buahnya sekantong plastik gede. Udah dibukain dari ponggenya. Wooooow ...... rasanya lezat. Mudah-mudahan yang menanam pohon ini dapat ganjaran yang berlipat ganda. Ada tapi nich ..... kalo di daerah Sunda durian montong pada nggak doyan, kenapa ya? Sok mangga ditebak ........
Ini gambarnya, sudah paling tinggi sendiri ukurannya. Sudah menghasilkan banyak buah, sekali panen lebih dari seratus buah. Katanya sich rasanya sekarang makin enak banget, montong gitu lhoh ...............



7. Kebun durian yang ada di sekitar Danau Maninjau, luas banget dan banyak. Ini kebun durian terluas yang pernah saya liatin. Pohonnya udah tinggi-tinggi banget. Tapi keliatannya jarang ditengokin tuh sama pemiliknya karena letaknya di hutan-hutan. Saya mah takut aja banyak yang jagain  terutama si belang. Masih ada nggak ya si belangnya?
8. Di Jakarta juga masih ada yang tersisa, di daerah Cipulir persis di depan Kantor Lemigas. Pohon duriannya besar banget berdampingan dengan pohon aren. Nich ..... sebelah kiri ada gambarnya, keliatan nggak? Tinggal pohon duriannya saja, itu juga udah dipotongin sebagian saat dapetin fotonya. Pohon arennya udah nggak ada lagi. Posisi hari ini sich duriannya udah nggak ada lagi tuh pohonannya, udah tinggal kenangan saja.







9. Bibit durian di kebun pembibitan Trubus daerah Daan Mogot - Jakarta Barat dekat RS Hermina. Naaaaaaah .......... kalo yang ini pengen beli bibitnya dan pengen nanam di kebun sendiri biarpun sedikit dan kecil cuma 200 meteran ta cobain dah nanam pohon durian, mudah-mudahan aja jadi dan berbuah super. Pengen liat aja hasilnya ......... 3 taun dah berbuah kabarnya? Apa bener ?
Inilah pohonnya, sudah beli. Baru setinggi 80 cm, tinggal tanam aja. Durian Monthong dari Toko Trubus.



10. Naaaaaaaaaaah .... kalo yang ini baru ditanam di hulu situ hyang, baru beberapa bulan ini tapi sudah morontod tumbuh subur karena air dan pupuknya terjamin. Udah gitu nggak terlalu jauh jaraknya dari rumah sehingga katalingakeun  heu heu heu
11. Besok ditambahin ah, kalo dah inget lagi ........ susah emang udah susah inget gampang lupa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bunga Rampai

Menggapai kata-kata dalam pencapaian makna perjalanan kehidupan nan fana. Semoga manfaat untuk dunia akhirat.



Blog Rudi Santosa


Terima kasih sudah mau mampir. Seandainya mau copy paste, dipersilakan, asal jangan dibumbui dengan ditambahi atau dikurangi, apa adanya saja. Tolong dituliskan alamat blog ini. Apalagi kalo mau ambil fotonya mohon dapat disebutkan dengan lengkap dan benar sumber foto tersebut. Kalo sudah diedit agar disebutkan dengan jelas bahwa tulisannya sudah diedit. Dengan demikian tanggungjawabnya beralih kepada pengedit tulisan saya. Hak cipta hanya milik Allah Subhanahu wa ta'ala.















Supporters